Sabtu, 31 Oktober 2015

Masih Kamu

Selamat malam..
Aku yakin kamu sudah terlelap tidur dan berada di alam mimpimu saat aku menulis ini sekarang.
Setelah beberapa hari ini kesibukan menghantuimu setiap waktu.
Aku salut padamu yang sangat bisa menikmati waktu berlalu dengan serentetan jadwal yang harus kamu lalui setiap hari.
Tak pernah ada gurat keluh diwajahmu.
Sepadat apapun jadwalnya, kamu tetap menjalaninya dengan bahagia.
Aku selalu berdoa agar sibukmu selalu disertai bahagia dan kamu selalu baik-baik saja.

Kamu tahu?
Sampai detik aku menulis ini, aku masih menyukaimu.
Aku masih terkagum pada sosokmu yang belum pernah ku jumpai pada orang lain.

Saat menulis ini, aku sedang memikirkanmu. Sepenuhnya pikiran tentangmu berkumpul dalam otakku.
Entah apa maksudnya. Tapi untuk sekadar menyoal tentangmu, aku sudah tamat.
Aku sudah tamat untuk tidak mengingat semua tentangmu.
Usahaku untuk menghilangkanmu dari hati dan pikiranpun terasa sia-sia dan tak ada artinya.

Oh! Aku hampir lupa pada sesuatu yang semesta sudah berikan padaku dihari Kamis lalu.
Ya, aku melihatmu!
Walau hanya dalam hitungan beberapa detik, rasanya aku terlalu tidak tahu diri jika tidak berterima kasih pada semesta yang sudah berbaik hati.
"Terima kasih, semesta!"
Kamu tahu, saat itu rasanya aku adalah orang paling bahagia se-galaksi bima sakti.
Terserah bagaimana orang menilainya.
Aku bahagia bisa bertemu denganmu walau dalam hitungan detik.
Saat itu aku berharap bisa menggunakan mantra "Aresto Momentum" supaya bisa kuhentikan waktu agar aku bisa lebih lama melihatmu.
Agar rindu yang sudah ku tabung selama ini 'menghasilkan' saat terpecahkan.
Tapi lagi-lagi, aku tidak ingin menjadi kufur untuk tidak bersyukur atas pertemuan tak sengaja yang sudah Tuhan berikan.

Tak ada habis jika menyoal tentangmu.
Aku senang setiap kali siapapun bercerita tentangmu.
Itu seperti, aku mendapatkan sesuatu yang baru tentangmu.
Aku senang hanya dengan seperti itu.

Malam ini.
Detik sekarang.
Aku hanya ingin memberitahumu, bahwa aku rindu.
Satu pertanyaan yang belum terjawab oleh semesta; "Kapan aku bisa menikmati senyum dan tawamu (lagi)?".

Malam ini..
Setelah tulisan ini selesai ku tulis dengan segenap kerinduan yang ku tahan, aku nyatakan;
Semua masih tentangmu..

Cirebon, 31 Oktober 2015 dalam gelap kamar yang lampunya sengaja aku matikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar