Jumat, 16 Oktober 2015

Tuhan (masih) Ingin Bermesraan

Jujur saja, tanpa basa-basi, aku bingung dan terheran mengapa do'a-do'aku belum terjawab oleh-Mu, Tuhan?
Jujur saja, aku sempat berpikir Kau tak lagi menyayangiku.
Jujur saja, aku pernah berprasangka buruk terhadap-Mu, Tuhan.
Aku sempat tidak mengerti mengapa do'a-do'a yang setiap hari ku rapalkan belum juga Kau kabulkan.

Jujur saja, aku pernah iri melihat mereka yang selalu Engkau penuhi segala permintaannya sedangkan aku tidak.
Jujur saja, aku pernah merasa bahwa Kau tidak adil.

Maafkan aku, Tuhan.
Mungkin sifat negatif itu menjadi salah satu penyebab mengapa do'a-do'aku belum Kau ijabah.

Namun sekarang aku mengerti.
Aku mengerti mengapa Kau tidak cepat mengabulkan do'a-do'aku yang sudah tidak membumi.
Aku mengerti bahwa Kau senang melihatku duduk dan terkadang menangis seraya merapalkan do'a-doa dan segala harapanku yang aku harap bisa cepat Kau kabulkan.
Aku mengerti bahwa Kau ingin aku untuk tetap merayu-Mu.
Aku mengerti bahwa Kau masih ingin bermesraan dengan hamba-Mu ini, bukan?
Karena jika cepat Kau kabulkan, mungkin aku takkan lagi bermesraan dengan-Mu.
Apakah aku benar?
Tuhan, maafkan aku.
Akupun masih ingin bermesraan dengan-Mu.
Bersujud dan memohon apapun yang aku mau.
Kau ajarkan aku kesabaran.
Kau ajarkan aku untuk terus meminta hanya pada-Mu.
Maafkan aku yang selama ini masih berpikiran yang tak baik tentang-Mu.
Aku akan terus merapalkan do'a dan segala harap hanya pada-Mu, Ya Allah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar