Rabu, 09 Desember 2015

Selamat Malam, Kamu..

Siang sudah berlalu
Kamu masih dengan sibukmu..
Pernahkah sedikit kamu mau peduli,
atas siapa saja yang menantimu meluangkan waktu..

Saat kamu tak pernah tahu
Banyak rindu yang menjagamu
Banyak doa yang menyerta harimu;
"Semoga sibukmu disertai bahagia, semoga kamu selalu baik-baik saja."

Rindu serupa ibu yang menunggu depan pintu
Penuh cemas saat anaknya belum kembali..

Dua puluh empat jam..

Saatnya terpejam..

Maaf jika malam ini kamarmu sesak
Itu rinduku yang mengisi seisi kamarmu.

Selamat malam, kamu..

Jumat, 04 Desember 2015

Perihal Kamu dan.. Dia.

Semangkuk kesedihan sudah siap aku telan kala nanti kabar yang kudapat hari ini, perihal kamu. Perihal kamu yang kembali pada masa lalumu benar terjadi.
Mungkin akan lebih pahit dari obat-obat pemberian dokter yang akhir-akhir ini sedang ku konsumsi.

Sungguh, jika kabar itu benar, sakitku akan bertambah parah.
Maksudku, mungkin hatiku akan patah.
Entah akan patah menjadi berapa. Semoga tidak terlalu parah. Doakan saja.
Sungguh, jika kabar itu benar, aku takkan menyalahkan siapapun dan untuk alasan apapun.
Apa hakku menyalahkan sesuatu yang sudah atau belum terjadi?
Aku tak akan menyalahkanmu jika benar kau kembali pada masa lalumu. Aku juga takkan menyalahkan dia yang dulu pergi meninggalkan luka dihatimu dan tetiba-tiba dia kembali merengkuhmu.
Aku juga tidak menyalahkan diriku yang terus menerus merapal namamu. Mengejanya sebagai alasan bahagia dan meramunya sebagai obat setiap duka.

Kau tahu, hati, kita sendiri yang mengendalikan.
Dengan melibatkan Tuhan Sang Maha Pembolak-balik perasaan tentu saja.
Tuhan tahu pada siapa hati ini tertuju dan Tuhan tahu atas nama siapa doa-doaku menyatu.

Kau tahu, cinta tak pernah salah.

Jika cinta adalah kesalahan, maka mencintaimu adalah kesalahan yang tak perlu disalahkan.
Jika rindu adalah kebodohan, maka merindukanmu adalah kebodohan yang harus ditunjukkan.
Dan jika lupa adalah keharusan, maka melupakanmu tak akan menjadi keharusan yang harus aku lakukan.

Ah! Mengenai kabar itu, aku siap dengan segala ketidaksiapanku untuk kembali menata hati.

Perihal kamu dengannya..

Selamat berbahagia..

Doakan aku agar baik-baik saja.


04 Desember 2015, diluar hujan deras, ditambah geludug dan petir. Didalam kamar ada yang lebih deras dan pahit yang sangat getir.